22 Feb 2015

Di Sini

Di sini..

di hembusan angin aku

ingin memelukmu,

wajah kokoh mana yang tak hanyutkanku,

sekilas mata dan kelelawar bertawar,

kemanakah biru cinta ini bersabar,

melihat di jalan yang kutapaki benar,

dan

mesti belajar menciummu

dalam kekosongan.





Di sini

aku merasa dihargai

sebagai manusia,

yang hidup

pada dua sisi,

kurang dan kuat.





Di sini aku menantimu, melintas sebentar saja,

menyeka air mata,

merekam jarak dan dahaga,

ketika aku erat memelukmu,

wajah keberanian,

ketika malam itu bersama bulan

yang setengah tenggelam.





Terasa di sini

begitu pelan,

berjalan,

waktu,

diam,

berhenti,

mati,

rindu ciuman di jalan-jalan.





Di sini,

bunga tulip tak sewangi

melati,

harum mu kunanti,

sampai kini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar